Written by pius on February 4, 2010 – 6:30 am
OKELah…! Di beberapa tempat, kerbau dianggap sebagai binatang mulia. Suku Toraja dan Minang misalnya, menjadikan kerbau sebagai simbol dari kebudayaan suku mereka. Tetapi ketika kerbau turun ke jalan di tengah keramaian Jakarta bersama para demonstran, simbol kerbau menjadi lain. Si kerbau yang dipilih untuk menyimbolkan kelambanan dan kedunguan menyinggung perasaan Presiden SBY. Jendral yang sensitif itu tidak mau disimbolkan seperti binatang (apalagi kerbau).

kerbau jadi presiden
Mungkin tidak akan menjadi polemik berkepanjangan kalau Joseph Rizal membawa binatang yang tampilannya lebih garang, harimau atau banteng. Tetapi, klan PNI (PDIP dan sejenisnya) tentu tidak rela kalau banteng dipake untuk menyimbolkan kepemimpinan SBY. Banteng itu kan gesit, sedangkan kerbau itu lamban dan dungu. Kalau Rizal berpikir lebih artistik mestinya dia membawa burung merak, burung yang suka tebar pesona. Tapi itu memang melenceng dari pesan yang ingin disampaikan. Menjadilah gesit, jujur, dan cerdas.
Apapun pesan yang ingin diusung oleh Rizal dan kawan-kawannya, SBY sudah terlanjur tersinggung. Dan, SBY punya massa lebih dari separuh pemilih pada pilpres kali lalu. Juga lebih dari 75% politisi senayan bergabung dalam koalisi partainya. Sangat gemuk memang dukungan politik pada SBY. Mungkin karena itulah, beliau tidak bisa segesit kambing. Mbeeekkk… OKELah… kalau begitu.
Wow..artikel ini membatalkan artikel yang hendak kupublish soal SBY dan Kerbau
Bagi saya, yang bershio Kerbau berunsur Kayu, simbol kerbau jadi kebanggaan…belum lagi jika menghadapi kenyataan tak terbantah bahwa aku berasal dari suku Toraja, satu-satunya suku bangsa yang begitu menghormati Kerbau
so, i love this one
Bung Stef, artikel ini hanya sekedarnya. Saya harap Bung Stef mau menulis ttg filosofi kerbau dalam kultur tradisi Toraja. Kepentingannya adalah bagaimana simbol kultural yang selama ini hidup dlm budaya suku Anda tidak terdistorsi oleh peristiwa demonstrasi ber-kerbau tsb.
usul yang baik, artikelnya tak kirim ke Oke-lah
wait a moment ya