Banner
Republik Cyber : Fenomena Masyarakat Virtual Facebook
This is my site Written by pius on February 5, 2010 – 9:37 am

OKELah…! Facebook telah menjadi situs terbesar dunia. Sebuah survey menyebutkan bahwa Facebook mengalahkan Blogspot dan Twitter. Bahkan jika dilihat dari frekuensi orang mengunjugi, Facebook pun mengalahkan Google, si mesin pencari nomer satu itu.

Mark Zuckerberg, pendiri Facebook

Mark Zuckerberg, pendiri Facebook

Meskipun Mark Zuckerberg, sang pendiri, mengaku mencuri ide dari rekan kuliahnya yang terlebih dahulu mendirikan situs pertemanan bernama Connet-U, tetapi bidikan Mark ternyata sangat jitu. Bayangkan, Friendster yang sebelumnya menjadi situs wajib kawula muda, sekarang nyaris tak terdengar lagi gaungnya. Kehadiran Facebook sangat fenomenal.

Tentu hal tersebut dikarenakan aplikasi dan fitur yang disediakan sangat memungkinkan orang untuk melakukan apa saja dengan situs tersebut. Dengan Facebook, hampir seluruh kepentingan social networking terpenuhi. Bahkan bisnis dan politik pun banyak memanfaatkan Facebook. Cari jodoh atau sekedar berteman di dunia maya sudah lazim di Facebook. Dengan Facebook umat manusia yang tersebar di seluruh dunia dapat terhubung dalam satu situs, Facebook. Facebook telah menjadi sebuah masyarakat virtual hampir tanpa penguasa di dalamnya. Sebuah liberalisme absolut. Inilah Republik Cyber.

Karena idiologi yang dibawa oleh situs inilah, beberapa negara memblokir Facebook. Iran dan China misalnya. Bahkan di Indonesia sebagian ulama pernah mengeluarkan fatwa bahwa Facebook adalah situs sesat dan haram. Meskipun begitu, ‘Republik Cyber Facebook’ terus saja menggurita dan menguasai sebagian besar dunia maya.

Lepas dari itu semua, Facebook memang telah menjadi media yang sangat efektif untuk melakukan kampanye, baik politik, bisnis, maupun sosial. Dukungan terhadap Obama ketika mulai kampanye menguat mulai dari Facebook. Iklan-iklan dan grup-grup bisnis semakin marak saja di Facebook. Dan, ini yang paling penting untuk dicatat, Facebook telah menjadi sarana efektif untuk menggalang solidaritas dan subsidiaritas terhadap kasus-kasus yang mengetuk kemanusiaan dan keadilan di hati terdalam umat manusia. Di Indonesia, Dukung Bibit-Chandra, Koin Prita, dan Dompet Peduli Ummi menjadi contoh konkret bahwa Facebook dapat menjadi kanalisasi dari birokrasi dan distansi masyarakat di alam nyata.

Posted in  

Leave a Reply